Serap Aspirasi Nelayan Tawang, Ngadirojo, Pacitan

Serap Aspirasi Nelayan Tawang, Ngadirojo, Pacitan

Pacitan (13/12/09). Selesai bertemu dengan masyarakat daerah tambang
dan meninjau langsung lokasi tambang PT GLI di Desa Kluwih, Kecamatan
Tulakan, pukul 15.00 WIB Ramadhan Pohan bersama Tim GARASI langsung
menuju ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Tawang, Kecamatan Ngadirejo
untuk berdialog dengan para nelayan, kunjungan ini merupakan kunjungan
ke-4 RP ke Desa Tawang. Dalam perjalanan menuju Desa Tawang, salah satu
mobil konvoi rombongan GARASI mengalami pecah ban, sehingga kami
terlambat sampai di lokasi. Nelayan rupanya sudah menunggu kami sejak
jam 11.00, demikian keterangan yang diberikan oleh salah satu nelayan
kepada kami.
Sesampainya di lokasi, kami langsung menuju ruang pertemuan yang sudah dipersiapkan oleh para nelayan, yaitu di salah satu teras banguan TPI yang sampai sekarang belum dimanfaatkan. Acara dialog penyerapan aspirasi dipandu langung oleh Bapak Heru, salah seorang anggota DPRD Pacitan dari Partai Demokrat.

Keadaan geografis Kecamatan Ngadirejo terdiri dari daerah pegunungan (60%) dan daerah pantai (40%). Keadaan geografis inilah yang merupakan salah satu penyebab tingkat kemiskinan masih tinggi. Bagian utara kecamatan ini banyak terdapat pertanian cengkeh dan tanaman-tanaman apotik hidup. Bagian barat ,yang berbatasan dengan Kecamatan Tulakan, dan bagian timur memiliki potensi kayu jati, yang meyuplai 60% kebutuhan kayu jati di Jepara. Sedangkan bagian selatan kecamatan memiliki potensi kelautan. Karena keadaan geografis inilah kondisi jalan kabupaten merupakan yang paling parah di Kabupaten Pacitan.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari RP yang menjelaskan mengenai tim yang akan mendukung beliau untuk mewujudkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan Jawa Timur VII dan juga menjelaskan mengenai kondisi politik di Jakarta yang sedang memanas dengan adanya masalah Bank Century. RP pun mengatakan bahwa posko di Jakarta terbuka lebar untuk para konstituen yang ingin menyampaikan aspirasinya ke Jakarta. RP bertekad untuk menggunakan tangan DPR beliau untuk memaksa pemerintah untuk melaksanakan kepentingan dan hak masyarakat Pacitan.

Setelah sambutan RP, Bapak Hadi Arto Asmuni, tokoh masyarakat setepmpat yang juga mantan anggota DPRD Partai Demokrat periode 2004-2009, menyampaikan beberapa permasalahan yang dialami masyarakat Desa Tawang. Yang pertama adalah bahwa masyarakat telah mengirimkan proposal mengenai pengerukan area Teluk Segara Kalao pada tahun 2005, namun hingga hari ini tidak ada tanggapan dan juga beliau mengatakan Desa Tawang memerlukan tim SAR untuk keselamatan para nelayan.

Selanjutnya Bapak Sukmono, Ketua II Kelompok Nelayan, menegaskan pernyataan Bapak Hadi bahwa pengerukan Teluk sangat penting karena mempengaruhi keadaan pasa surut. Beliau juga menyampaikan bahwa belum memadainya jalan menuju pengdokan, keperluan pom bensin mini di daerah Desa Tawang, serta permasalahan keterbatasan komunikasi karena tidak ada sinyal HP yang dapat menembus Desa Tawang. Daerah pantai di sekitar Desa Tawang sering didatangi penyu yang menyimpan telurnya sampai menetas. Bapak Sukmono mengatakan bahwa banyak telur penyu ataupun penyu itu sendiri sering ditangkap untuk dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga perlu adanya perlindungan terhadap penyu.

Bapak Katlan, Ketua I Kelompok Nelayan menyampaikan bahwa banyak pihak-pihak yang menggunakan bahan-bahan berbahaya yang ilegal (seperti potassium atau bom) untuk menangkap ikan. Namun karena ketidakcukupan bukti, sangat sulit untuk menangkap kriminal ini. Bapak Katlan meminta adanya tindakan petugas yang berwajib untuk menangani masalah ini.
 
Tim RP mencatat semua aspirasi yang disampaikan oleh para masyarakat Desa Tawang, dan RP mengajak Bapak Heru sebagai anggota DPRD pada bulan Februari untuk bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perairan, Fadel Muhammad, untuk mewakili daerah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. <cz>

Kategori :

@2009. Ramadhan Pohan. All Right Reserved